Persiapan Tanam Benih Sumber Padi Mekongga di Tomon
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) mempersiapkan penanaman benih sumber padi varietas Mekongga kelas Foundation Seed (FS). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kelurahan Tara-Tara, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon pada lahan seluas dua hektare.
Kegiatan persiapan penanaman ini dipimpin langsung oleh Faisal. selaku penanggung jawab teknis di lapangan. Faisal memimpin tim guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan dan standar teknis yang berlaku.
Benih varietas Mekongga saat ini sedang tumbuh di persemaian dan telah memasuki usia dua minggu sejak penyemaian. Bibit tersebut tumbuh dengan baik dan menunjukkan tanda-tanda siap dipindahkan ke lahan tanam utama dalam waktu dekat.
Tim teknis menargetkan pemindahan bibit dilakukan segera setelah bibit mencapai umur ideal untuk pindah tanam. Ketepatan waktu pemindahan bibit menjadi kunci utama guna menjaga tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman yang optimal.
Penanaman benih sumber kelas FS ini menjadi langkah penting dalam menjamin ketersediaan benih unggul bersertifikat bagi para petani. Benih yang dihasilkan nantinya akan diperbanyak kembali menjadi benih pokok hingga benih sebar yang siap didistribusikan secara luas.
Ketersediaan benih bersertifikat yang berkelanjutan mendukung upaya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen padi di wilayah tersebut. Benih unggul yang bermutu menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Faisal menyampaikan bahwa varietas Mekongga dipilih karena memiliki daya hasil yang tinggi serta kemampuan beradaptasi yang baik. Varietas tersebut terbukti andal tumbuh di berbagai kondisi lahan yang dijumpai di wilayah Sulut.
Faisal berharap seluruh proses penangkaran benih berjalan lancar dan menghasilkan benih pokok bermutu tinggi sesuai standar. Benih yang dihasilkan kelak akan menjadi sumber benih unggul untuk pengembangan pertanian di Kota Tomohon dan sekitarnya.
Tim terus memantau persiapan lahan serta perkembangan bibit di persemaian secara cermat dan berkelanjutan. Pengawasan ketat dilaksanakan agar seluruh rangkaian kegiatan penanaman berjalan sesuai standar teknis yang ditetapkan.